Monggo Sedoyo

selamat datang di blog saya
semoga postingan saya bermanfaat buat kalian....
terima kasih.........

add my facebook : www.facebook.com/danusa.biasa

Selasa, 08 Februari 2011

REKAYASA LINGKUNGAN

2. Daerah Rawan Air dan cara mengatasinya
Akibat ketiadaan air bersih
Ketiadaan air bersih mengakibatkan:
  1. Penyakit diare. Di Indonesia diare merupakan penyebab kematian kedua terbesar bagi anak-anak dibawah umur lima tahun. Sebanyak 13 juta anak-anak balita mengalami diare setiap tahun. Air yang terkontaminasi dan pengetahuan yang kurang tentang budaya hidup bersih ditenggarai menjadi akar permasalahan ini. Sementara itu 100 juta rakyat Indonesia tidak memiliki akses air bersih.
  2. Penyakit cacingan.
  3. Pemiskinan. Rumah tangga yang membeli air dari para penjaja membayar dua kali hingga enam kali dari rata-rata yang dibayar bulanan oleh mereka yang mempunyai sambungan saluran pribadi untuk volume air yang hanya sepersepuluhnya.
Kontroversi Air Bersih
Walaupun air meliputi 70% permukaan bumi dengan jumlah kira-kira 1,4 ribu juta kilometer kubik, namun hanya sebagian kecil saja dari jumlah ini yang dapat benar-benar dimanfaatkan, yaitu kira-kira hanya 0,003%. Sebagian besar air, kira-kira 97%, ada dalam samudera atau laut, dan kadar garamnya terlalu tinggi untuk kebanyakan keperluan. Dari 3% sisanya yang ada, hampir semuanya, kira-kira 87 persennya,tersimpan dalam lapisan kutub atau sangat dalam di bawah tanah.
Keributan masalah air bersih bisa terjadi dalam suatu negara, kawasan, ataupun berdampak ke benua luas karena penggunaan air secara bersama-sama. Di Afrika, misalnya, lebih dari 57 sungai besar atau lembah danau digunakan bersama oleh dua negara atau lebih; Sungai Nil oleh sembilan, dan Sungai Niger oleh 10 negara. Sedangkan di seluruh dunia, lebih dari 200 sungai, yang meliputi lebih dari separo permukaan bumi, digunakan bersama oleh dua negara atau lebih. Selain itu, banyak lapisan sumber air bawah tanah membentang melintasi batas-batas negara, dan penyedotan oleh suatu negara dapat menyebabkan ketegangan politik dengan negara tetangganya.
Di seluruh dunia, kira-kira 20 negara, hampir semuanya di kawasan negara berkembang, memiliki sumber air yang dapat diperbarui hanya di bawah 1.000 meter kubik untuk setiap orang, suatu tingkat yang biasanya dianggap kendala yang sangat mengkhawatirkan bagi pembangunan, dan 18 negara lainnya memiliki di bawah 2.000 meter kubik untuk tiap orang.
Penduduk dunia yang pada 2006 berjumlah 5,3 miliar diperkirakan akan meningkat menjadi 8,5 miliar pada tahun 2025 akan didera oleh ketersediaan air bersih. Laju angka kelahiran yang tertinggi justru terjadi tepat di daerah yang sumber-sumber airnya mengalami tekanan paling berat, yaitu di negara-negara berkembang.
Beberapa Daerah di Indonesia yang Terancam Kekurangan Air Bersih diantaranya :
  • Ada 16 Daerah di Jawa Tengah yang terancam kekurangan air bersih yaitu,  Brebes, Kendal, Tegal, Kudus, Demak, Grobogan, Pati, Rembang, Blora Sragen, Boyolali, Karanganyar, Wonogiri, Klaten, Magelang dan Cilacap. Akibat dari kemarau yang cukup berkepanjangan
  • Daerah Sulawesi Barat, Kecamatan Bonehau Kabupaten Mamuju terancam kekurangan air bersih akibat sungai yang menjadi sumber air untuk dikonsumsi warga tercemar akibat limbah industri.
  • Memasuki awal musim kemarau, sejumlah warga di daerah sulit air seperti Desa Serang dan Kutabawa Kecamatan Karangreja mulai berebut air. Hal itu terjadi karena debit mata air yang ada di wilayah itu semakin mengecil. Warga juga mulai resah karena pembangunan jaringan pipa PDAM untuk wilayah Serang hingga saat ini belum rampung.
Beberapa program yang telah dilakukan pemerintah di antaranya menjalankan program penyediaan air bersih berbasis masyarakat (pamsimas) dan pembangunan air minum dengan DAK.

Kendala yang dihadapi dalam penanggulangan daerah rawan air adalah, pertama, air baku yang semakin terbatas, sementara kebutuhan akan air terus meningkat.

Kalau pun terdapat air baku, biasanya berada pada jarak yang cukup jauh dan sering berbenturan dengan peruntukan lain.

Kedua, masyarakat rawan air biasanya berada pada permukiman terpencil dan sulit dijangkau dengan jarak antarrumah yang relatif jauh.

Ketiga, daerah rawan air biasanya berada pada kondisi geohidrologi yang miskin air tanah, serta topografi berbukit.
Keempat, kondisi sosial ekonomi masyarakat dengan SDM yang terbatas sehingga kurang mempunyai kemampuan untuk mengoperasikan sarana air minum yang dibangun.

Kelima, pemerintah pusat atau daerah tidak mempunyai dana yang cukup, atau belum menempatkan penanganan daerah rawan air sebagai prioritas program pembangunan sehingga belum semua kabupaten/kota mengalokasikan dana APBD II untuk penanganan daerah rawan air.


Air bersih dan sumber air baku 
- Pengertian air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat-syarat kesehatan yang dapat diminum.  
- Pengertian standar kualitas air minum adalah batas operasional dari kriteria kualitas air dengan memasukkan  pertimbangan non teknis, misalnya kondisi sosial-ekonomi, target atau tingkat kualitas produksi, tingkat kesehatan yang ada, dan teknologi yang tersedia.  
- Berdasarkan Permenkes No.416/Menkes/Per/IX/1990, yang membedakan antara kualitas air bersih dan air minum adalah standar kualitas setiap parameter fisik, kimia, biologis dan radiologis maksimum yang diperbolehkan. 
- Persyaratan utama yang harus dipenuhi dalam sistem penyediaan air bersih meliputi persyaratan kualitatif, persyaratan kuantitatif dan persyaratan kontinuitas




Sumber air baku
Sumber air baku yang digunakan untuk penyediaan air bersih dapat berasal dari :
1.  Air Hujan
-                Sifat kualitas air hujan adalah bersifat lunak karena tidak mengandung larutan garam dan zat-zat minera. Air hujan pada umumnya bersifat lebih bersih.
-                Air hujan dapat bersifat korosif karena mengandung zat-zat yang terdapat di udara seperti NH3, CO2 agresif, ataupun SO2. Adanya konsentrasi SO2 yang tinggi di udara yang bercampur dengan air hujan akan menyebabkan terjadinya hujan asam (acid rain).
-                Ketersediaan air hujan tergantung pada besarkecilnya curah hujan, sehingga air tidak mencukupi untuk persediaan umum karena jumlahnya berfluktuasi.
-                Air hujan tidak dapat diambil secara terus menerus, karena tergantung pada musim. Pada musim kemarau kemungkinan air akan menurun karena tidak ada penambahan air hujan.


2.  Air permukaan
-                Air permukaan yang biasanya dimanfaatkan sebagai sumber atau bahan baku air bersih adalah air waduk (berasal dari air hujan), air sungai (berasal dari air hujan dan mata air), air danau (berasal dari air hujan, air sungai atau mata air)
-                Pada umumnya air permukaan telah terkontaminasi dengan berbagai zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan, sehingga memerlukan pengolahan terlebih dahulu.
-                Kontaminan dapat berasal dari buangan domestik, buangan industri dan limbah pertanian.
-                Kontinuitas dan kuantitas dari air permukaan dapat dianggap tidak menimbulkan masalah


3.  Air tanah
-          Air tanah banyak mengandung garam dan mineral yang terlarut pada waktu air melalui lapisan-lapisan tanah.
-          Secara praktis air tanah adalah bebas dari polutan karena berada di bawah permukaan tanah. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa air tanah dapat tercemar oleh zat-zat yang mengganggu kesehatan seperti kandungan Fe, Mn, atau kesadahan yang terbawa oleh aliran permukaan tanah.
-          Bila ditinjau dari kedalamannya, maka air tanah dibedakan menjadi air tanah dangkal dan air tanah dalam. Air tanah dangkal mempunyai kualitas lebih rendah dibanding kualitas air tanah dalam. Hal ini disebabkan air tanah dangkal lebih mudah terkontaminasi dari luar dan fungsi tanah sebagai penyaring lebih sedikit.
-          Karena air di alam merupakan rantai yang panjang menurut siklus hidrologi, maka bila terjadi penurunan muka air tanah kemungkinan kekosongannya akan diisi oleh air laut. Peristiwa ini biasa disebut intrusi air laut. Kondisi ini telah banyak dijumpai khususnya di daerah-daerah dekat pantai atau laut seperti Jakarta dan Surabaya.





4.  Mata Air
-          Dari segi kualitas, mata air adalah sangat baik bila dipakai sebagai air baku, karena berasal dari dalam tanah yang mucul ke permukaan tanah akibat tekanan, sehingga belum terkontaminasi oleh zat-zat pencemar.
-          Biasanya lokasi mata air merupakan daerah terbuka, sehingga mudah terkontaminasi oleh lingkungan sekitar. Contoh, banyak ditemui bakteri E. Coli pada air mata air.
-          Dari segi kuantitasnya, jumlah dan kapasitas mata air sangat terbatas sehingga hanya mampu memenuhi kebutuhan sejumlah penduduk tertentu.


Persyaratan sistem penyediaan air

. Persyaratan kualitatif


1.      Syarat-syarat fisik
-          Secara fisik air minum harus jernih, tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa (tawar). Rasa seperti asin, manis, pahit dan asam tidak boleh terdapat dalam air minum untuk masyarakat.
-          Bau yang bisa terdapat dalam air adalah bau busuk , amis dan sebagainya. Bau dan rasa biasanya terdapat bersama-sama dalam air.
-          Warna dipersyaratkan dalam air minum untuk masyarakat karena pertimbangan estetika.
-          Ada 2 (dua) macam warna pada air yaitu apparent color dan true color. Apparent color, ditimbulkan karena adanya benda-benda zat tersuspensi dari bahan organik. Hal ini lebih mudah diatasi dibanding dengan jenis true color. True color adalah warna yang ditimbulkan oleh zat-zat bukan zat organik.
-          Syarat lain yang harus dipenuhi secara fisik adalah suhu. Suhu sebaiknya sama dengan suhu udara atau kurang lebih 25°C, bila terjadi perbedaan maka batas yang diperbolehkan adalah 25°C ± 3°C.

2.      Syarat-syarat Kimia
Air minum tidak boleh mengandung bahan-bahan kimia dalam jumlah yang melampaui batas. Persyaratan kimia tersebut antara lain :
-          PH (tingkat keasaman).
Khususnya pada pH < 6,5 dan pH> 9,5 akan mempercepat terjadinya reaksi korosi pada pipa distribusi air minum. Apabila nilai pH jumlah mikroorganisme patogen semakin banyak, maka hal ini dapat  membahayakan kesehatan manusia.
-          Zat padat total.
Zat padat total merupakan bahan yang tertinggal sebagai residu setelah proses penguapan dan pengeringan pada suhu 103 - 105°C.
Zat organik dalam air dapat berasal dari  alam (tumbuh-tumbuhan, alkohol, sellulosa, gula dan pati), proses sintesa (proses-proses industri.), dan proses  fermentasi (alcohol, asam, dan akibat kegiatan mikroorganisme)
-     CO2 agresif.
CO2  yang terdapat dalam air berasal dari udara dan dari hasil dekomposisi zat organik. Menurut bentuknya CO2 dapat dibedakan dalam :
1. CO2 bebas : banyaknya CO2 yang larut dalam air.
2. CO2  keseimbangan :  CO2  yang dalam air setimbang    
                                         dengan HCO3.
3. COagresif : yaitu COyang dapat merusak bangunan, perpipaan dalam distribusi air minum.
-          Kesadahan total (total hardness)
Kesadahan adalah sifat air yang disebabkan oleh adanya ion-ion (kation) logam valensi, misalnya Ca2 +, Mg2 +, Fe +, dan Mn +. Kesadahan total adalah kesadahan yang disebabkan oleh adanya ion-ion Ca2 + dan Mg2 + secara bersama-sama.  Air sadah menyebabkan pemborosan pemakaian sabun pencuci dan mempunyai titik didih yang lebih tinggi dibandingkan dengan air biasa.
-   Kalsium (Ca)
-          Besi dan Mangan
-          Tembaga (Cu)
-          Seng (Zn)
-          Chlorida (Cl)
-          Fluorida (F)
-          Logam-logam berat (Pb, As, Se, Cd, Cr, Hg, CN)


3.      Syarat-syarat biologis
-          Air minum tidak boleh mengandung kuman-kuman patogen dan parasitic seperti kuman-kuman thypus, kolera, dysentri dan gastroenteritis.
-          Untuk mengetahui adanya bakteri patogen dapat dilakukan dengan pengamatan terhadap ada tidaknya bakteri E. Coli yang merupakan bakteri indicator pencemar air

4.      Syarat-syarat radiologis
Air minum tidak boleh mengandung zat yang menghasilkan bahan-bahan yang mengandung radioaktif, seperti sinar alfa, beta dan gamma.
Persyaratan Kuantitatif
-          Persyaratan kuantitatif dalam penyediaan air bersih adalah ditinjau dari banyaknya air baku yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan jumlah penduduk yang akan dilayani
-          Jumlah air yang dibutuhkan sangat tergantung pada tingkat kemajuan teknologi dan sosial ekonomi masyarakat setempat. Negara-negara yang telah maju memerlukan air bersih yang lebih banyak dibandingkan dengan masyarakat di negara-negara sedang berkembang.
Persyaratan Kontinuitas
Persyaratan kontinuitas untuk penyediaan air bersih sangat erat hubungannya dengan kuantitas air yang tersedia yaitu air baku yang ada di alam. Arti kontinuitas disini adalah bahwa air baku untuk air bersih tersebut dapat diambil terus menerus dengan fluktuasi debit yang relatif tetap, baik pada saat musim kemarau maupun musim hujan.





































VISI MISI PROGAM STUDI TEKNIK SIPIL
VISI
Program studi yang diunggulkan dalam menghasilkan lulusan bermutu, bermartabat dan dapat diterima pemangku kepentingan di dalam rekayasa sipil pada tahun 2014

MISI
1.Melaksanakan sistem manajemen mutu guna menjamin terlaksananya tridharma perguruan tinggi.
2.Meningkatkan dan mengembangkan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi yag bermutu, bermartabat dan berkelanjutan.
3.Menerapkan dan mengembangkan IPTEK, kemampuan berwirausaha, keahlian dan etika profesional di bidang rekayasa sipil serta memiliki etika kecendekiawan dan berwawasan lingkungan sebagai ciri khas lulusan untuk memenuhi kepuasan pemangku kepentingan.






















3. Air bersih dan sumber air baku
-          Pengertian air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat-syarat kesehatan yang dapat diminum.
-          Pengertian standar kualitas air minum adalah batas operasional dari kriteria kualitas air dengan memasukkan pertimbangan non teknis, misalnya kondisi sosial-ekonomi, target atau tingkat kualitas produksi, tingkat kesehatan yang ada, dan teknologi yang tersedia.
-          Berdasarkan Permenkes No.416/Menkes/Per/IX/1990, yang membedakan antara kualitas air bersih dan air minum adalah standar kualitas setiap parameter fisik, kimia, biologis dan radiologis maksimum yang diperbolehkan.
-          Persyaratan utama yang harus dipenuhi dalam sistem penyediaan air bersih meliputi persyaratan kualitatif, persyaratan kuantitatif dan persyaratan kontinuitas


Sumber air baku
Sumber air baku yang digunakan untuk penyediaan air bersih dapat berasal dari :
1.  Air Hujan
-                Sifat kualitas air hujan adalah bersifat lunak karena tidak mengandung larutan garam dan zat-zat minera. Air hujan pada umumnya bersifat lebih bersih.
-                Air hujan dapat bersifat korosif karena mengandung zat-zat yang terdapat di udara seperti NH3, CO2 agresif, ataupun SO2. Adanya konsentrasi SO2 yang tinggi di udara yang bercampur dengan air hujan akan menyebabkan terjadinya hujan asam (acid rain).
-                Ketersediaan air hujan tergantung pada besarkecilnya curah hujan, sehingga air tidak mencukupi untuk persediaan umum karena jumlahnya berfluktuasi.
-                Air hujan tidak dapat diambil secara terus menerus, karena tergantung pada musim. Pada musim kemarau kemungkinan air akan menurun karena tidak ada penambahan air hujan.


2.  Air permukaan
-                Air permukaan yang biasanya dimanfaatkan sebagai sumber atau bahan baku air bersih adalah air waduk (berasal dari air hujan), air sungai (berasal dari air hujan dan mata air), air danau (berasal dari air hujan, air sungai atau mata air)
-                Pada umumnya air permukaan telah terkontaminasi dengan berbagai zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan, sehingga memerlukan pengolahan terlebih dahulu.
-                Kontaminan dapat berasal dari buangan domestik, buangan industri dan limbah pertanian.
-                Kontinuitas dan kuantitas dari air permukaan dapat dianggap tidak menimbulkan masalah

3.  Air tanah
-          Air tanah banyak mengandung garam dan mineral yang terlarut pada waktu air melalui lapisan-lapisan tanah.
-          Secara praktis air tanah adalah bebas dari polutan karena berada di bawah permukaan tanah. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa air tanah dapat tercemar oleh zat-zat yang mengganggu kesehatan seperti kandungan Fe, Mn, atau kesadahan yang terbawa oleh aliran permukaan tanah.
-          Bila ditinjau dari kedalamannya, maka air tanah dibedakan menjadi air tanah dangkal dan air tanah dalam. Air tanah dangkal mempunyai kualitas lebih rendah dibanding kualitas air tanah dalam. Hal ini disebabkan air tanah dangkal lebih mudah terkontaminasi dari luar dan fungsi tanah sebagai penyaring lebih sedikit.
-          Karena air di alam merupakan rantai yang panjang menurut siklus hidrologi, maka bila terjadi penurunan muka air tanah kemungkinan kekosongannya akan diisi oleh air laut. Peristiwa ini biasa disebut intrusi air laut. Kondisi ini telah banyak dijumpai khususnya di daerah-daerah dekat pantai atau laut seperti Jakarta dan Surabaya.

4.  Mata Air
-          Dari segi kualitas, mata air adalah sangat baik bila dipakai sebagai air baku, karena berasal dari dalam tanah yang mucul ke permukaan tanah akibat tekanan, sehingga belum terkontaminasi oleh zat-zat pencemar.
-          Biasanya lokasi mata air merupakan daerah terbuka, sehingga mudah terkontaminasi oleh lingkungan sekitar. Contoh, banyak ditemui bakteri E. Coli pada air mata air.
-          Dari segi kuantitasnya, jumlah dan kapasitas mata air sangat terbatas sehingga hanya mampu memenuhi kebutuhan sejumlah penduduk tertentu.


* Persyaratan sistem penyediaan air

Persyaratan kualitatif


1.      Syarat-syarat fisik
-          Secara fisik air minum harus jernih, tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa (tawar). Rasa seperti asin, manis, pahit dan asam tidak boleh terdapat dalam air minum untuk masyarakat.
-          Bau yang bisa terdapat dalam air adalah bau busuk , amis dan sebagainya. Bau dan rasa biasanya terdapat bersama-sama dalam air.
-          Warna dipersyaratkan dalam air minum untuk masyarakat karena pertimbangan estetika.
-          Ada 2 (dua) macam warna pada air yaitu apparent color dan true color. Apparent color, ditimbulkan karena adanya benda-benda zat tersuspensi dari bahan organik. Hal ini lebih mudah diatasi dibanding dengan jenis true color. True color adalah warna yang ditimbulkan oleh zat-zat bukan zat organik.
-          Syarat lain yang harus dipenuhi secara fisik adalah suhu. Suhu sebaiknya sama dengan suhu udara atau kurang lebih 25°C, bila terjadi perbedaan maka batas yang diperbolehkan adalah 25°C ± 3°C.

5.      Syarat-syarat Kimia
Air minum tidak boleh mengandung bahan-bahan kimia dalam jumlah yang melampaui batas. Persyaratan kimia tersebut antara lain :
-          PH (tingkat keasaman).
-          Zat padat total.
-     CO2 agresif.
-          Kesadahan total (total hardness)
-   Kalsium (Ca)
-          Besi dan Mangan
-          Tembaga (Cu)
-          Seng (Zn)
-          Chlorida (Cl)
-          Fluorida (F)
-          Logam-logam berat (Pb, As, Se, Cd, Cr, Hg, CN)


6.      Syarat-syarat biologis
-          Air minum tidak boleh mengandung kuman-kuman patogen dan parasitic seperti kuman-kuman thypus, kolera, dysentri dan gastroenteritis.
-          Untuk mengetahui adanya bakteri patogen dapat dilakukan dengan pengamatan terhadap ada tidaknya bakteri E. Coli yang merupakan bakteri indicator pencemar air

7.      Syarat-syarat radiologis
Air minum tidak boleh mengandung zat yang menghasilkan bahan-bahan yang mengandung radioaktif, seperti sinar alfa, beta dan gamma.

5.2.2.2.  Persyaratan Kuantitatif
-          Persyaratan kuantitatif dalam penyediaan air bersih adalah ditinjau dari banyaknya air baku yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan jumlah penduduk yang akan dilayani
-          Jumlah air yang dibutuhkan sangat tergantung pada tingkat kemajuan teknologi dan sosial ekonomi masyarakat setempat. Negara-negara yang telah maju memerlukan air bersih yang lebih banyak dibandingkan dengan masyarakat di negara-negara sedang berkembang.

5.2.2.3. Persyaratan Kontinuitas
Persyaratan kontinuitas untuk penyediaan air bersih sangat erat hubungannya dengan kuantitas air yang tersedia yaitu air baku yang ada di alam. Arti kontinuitas disini adalah bahwa air baku untuk air bersih tersebut dapat diambil terus menerus dengan fluktuasi debit yang relatif tetap, baik pada saat musim kemarau maupun musim hujan.

1.      untuk maksimum 500 jiwa. Umumnya perlindungan mata air digunakan untuk wilayah dimana masih dijumpai adanya sumber mata air.










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Date and Time